Kamis, 15 Desember 2011

RESEP KEBAHAGIAAN

 

Resep kebahagiaan
oleh; samanera dhira punno



“ jalan yang terbaik adalah jalan arya berunsur delapan. kesunyataan yang terbaik adalah empat ujar-ujar. Ketidak melekatan adalah keadaan terbaik. Makhluk yang terbaik adalah ia yang waskita.

 

 

 


                Kalo di lihat dari judulnya pasti kita bertanya-tanya apa sik resepnya????. Ya kali ini saya akan membagikan sebuah resep yang sangat di inginkan semua orang, semua manusia bahkan semua makhluk, yaitu resep kebahagiaan ,mau donkkk? Ya resep ini sesungguknya sudak ada sejak dulu malah sudak 2500 tahun yang lalu sudah ada. Namun resep ini sangat sedikit orang yang menggunakannya. Kali ini saya akan membagikan kepada anda semua. Resep ini hanya membutuhkan 8 bahan saja, sedikit kan ?? yang langsung saja:                                                 
        RESEP KEBAHAGIAAN.:                                                                                                                                   1.Pengertiaan benar ( samma-ditthi)                                                                                                                         2.Pikiran benar (samma-sankappa)                                                                                                                        3.Ucapan benar (samma-vacca)                                                                                                                         4.Perbuatan benar (samma-kammanta)                                                                                                           5.Pencaharian benar (samma-ajiva)                                                                                                                          6.Daya upaya benar (samma-vayama.)                                                                                                               7.Perhatian benar (samma-sati)                                                                                                                         8.Konsentrasi benar (samma-samadhi)

Demikian tadi bahan-bahan untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan. Itu semua tergantung dalam diri kita sendiri, kalo kita memang mau melaksanakannya semua bahan itu akan berguna bagi kita. Tapi kalo tidak ya hanya sebagai resep saja. Selanjutnya adalah cara dan penjelasaan dari ke 8 resep di atas;
                Yang pertama pengertiaan benar: Pengertian Benar (samma-ditthi) yang merupakan kunci utama dalam semua resp ini;

 1.apakah,  pengertian benar?
Pengertian benar adalah ;Pengetahuan tentang Dukkha, pengetahuan tentang asal usul Dukkha, pengetahuan tentang berhentinya Dukkha, pengetahuan tentang cara berlatih yang membawa pada berhentinya Dukkha.:
Inilah, , yang dikatakan pandangan benar.

Pengertian Benar mencakup pengetahuan tentang:
Bhikkhu Sariputta menjelaskan lebih lanjut mengenai "Pengertian Benar" dalam Sammaditthi Sutta (Pali:Sammādiṭṭhi Sutta), dimana dijelaskan pula bahwa pengertian benar dapat dicapai melalui pengertian yang lebih mendalam akan kebijakan dan ketidak-bijakan, empat jenis makanan (cattaro ahara), dua belas nidana atau tiga noda (asava). "Pengertian Salah" timbul karena ketidaktahuan (avijja), yang merupakan penyebab dari pemikiran salah, ucapan salah, perbuatan salah, pencaharian salah, daya-upaya salah, perhatian salah, dan konsentrasi salah. Praktisi (penganut agama Buddha) harus menggunakan daya-upaya benar untuk meninggalkan pengertian salah dan mempertahankan pengertian benar. Perhatian benar digunakan untuk senantiasa berada pada pengertian benar.
            Kemudian bahan yang ke dua pikiran benar; yang ke dua ini tergantung dari bahan yang pertama tadi karena, Pengertian Benar mengakibatkan Pemikiran Benar (sammä-sankappa). Karena itu, faktor kedua dari jalan utama ini, mempunyai dua tujuan:
·         melenyapkan pikiran-pikiran jahat, dan ;
·         mengembangkan pikiran-pikiran baik. Pikiran baik terdiri dari tiga bagian, yaitu:
1.      Nekkhamma; melepaskan diri dari kesenangan dunia dan sifat mementingkan diri sendiri yang berlawanan dengan kemelekatan, sifat mau menang sendiri.
2.      Abyapada; cinta kasih, itikad baik, atau kelemah-lembutan yang berlawanan dengan kebencian, itikad jahat, atau kemarahan.
Avihimsa; tidak kejam atau kasih sayang, yang berlawanan dengan kekejaman atau kebengisan.
            Kemudian yang ke tiga; ucapan benar apa itu ucapan benar???  Ucapan Benar (sammä-väcä) adalah berusaha menahan diri dari berbohong (musãvãdã), memfitnah (pisunãvãcã), berucap kasar atau  caci-maki (pharusavãcã), dan percakapan yang tidak bermanfaat atau pergunjingan (samphappalãpã). Berikut syarat untuk sebuah ucapan dikategorikan sebagai ucapan benar.[5]
  • Ucapan itu benar
  • Ucapan itu beralasan
  • Ucapan itu berfaedah
  • Ucapan itu tepat pada waktunya
Sekarang yang ke4 bahan yang ke4 adalah perbuatan benar;                                          Perbuatan Benar (sammā-kammanta) juga dapat diartikan sebagai "tindakan benar". Praktisi (dalam hal ini penganut agama buddha) diharapkan untuk bertindak benar secara moral, tidak melakukan perbuatan yang dapat mencelakakan diri sendiri maupun orang lain. Tipitaka menjelaskan:

         apakah, perbuatan benar itu ? Menahan diri dari pembunuhan, menahan diri dari pencurian, menahan diri dari hal-hal yang berhubungan dan melakukan kegiatan seksual.:Ini yang disebut perbuatan benar.
          Kemudian yang ke5yaitu; pencaharian benar ; Pencaharian Benar (sammā-ājīva) berarti bahwa praktisi (penganutagama buddha) tidak sepatutnya berhubungan dengan usaha atau pekerjaan yang, secara langsung atau tidak langsung, melukai mahluk hidup lainnya. Tipitaka menjelaskan: apakah, penghidupan benar? Lima jenis bisnis yang seharusnya tidak dilakukan olah seorang umat awan; menjual senjata, menjual makhluk hidup, menjual binatang yag akan di potong, menjual minuman keras yang dapat memabukan dan menjual racun.                                                                                                                    
         Sekarang yang ke6 yaitu daya upaya benar; Daya-upaya Benar (sammā-vāyāma) juga dapat diartikan dengan "usaha benar". Untuk hal ini, praktisi (pengikut agama Buddha) harus berupaya keras untuk meninggalkan seluruh pikiran yang salah dan dapat merugikan, perkataan, dan perbuatan. Praktisi (penganut agama Buddha) sebaliknya harus berupaya keras untk meningkatkan apa yang baik dan berguna untuk diri mereka sendiri dan orang lain dalam pemikiran mereka, perkataan dan perbuatan, tanpa mengikut-sertakan pemikiran akan kesulitan atau kekhawatiran. Ada 4 upaya benar yang harys di lakukan;                                                                                                                                             1.Usaha melenyapkan kejahatan yang telah timbul,                                                                                            2.Usaha mencegah timbulnya kejahatan yang belum timbul,                                      3.Usaha membangkitkan kebajikan yang belum timbul, dan                                           4.Usaha mengembangkan kebajikan yang telah timbu.
        Kemudian yang ke 7; pengertian benar ;Perhatian Benar (sammā-sati), juga dapat diartikan sebagai "Ingatan Benar" atau "Kesadaran Benar". Dengan demikian penganut agama Buddha harus senantiasa menjaga pikiran-pikiran mereka terhadap fenomena yang memengaruhi tubuh dan pikiran. Mereka harus waspada dan berhati-hati supaya tidak bertindak laku atau berkata-kata karena kelalaian atau kecerobohan.
        Kemudian yang terakir yaitu; konsentrasi benar; Konsentrasi Benar (sammā-samādhi), seperti yang ditunjukkan dalam bahasa Pali, adalah melatih konsentrasi (samādhi). Dengan demikian seorang praktisi memusatkan pikiran kepada suatu obyek pikiran hingga mencapai konsentrasi penuh dan masuk kedalam kondisi meditatif (Jhana). Biasanya, pelatihan samadhi dapat ditempuh melalui pengaturan pernafasan (anapanasati), melalui visualisasi benta (kasina), dan melalui pengulangan kalimat-kalimat tertentu. Samadhi dilakukan untuk menekan lima gangguan guna memasuki jhana. Jhana merupakan sebuah media guna pengembangan kebijaksanaan dengan menanamkan pengertian dan menggunakannya untuk menguji kesungguhan suatu fenomena dengan pengenalan langsung. Hal ini membantu mengurani kekotoran, merealisasikan dhamma dan, pada akhirnya, mencapai kesadaran diri. Selama berlatih konsentrasi benar, seorang praktisi harus memeriksa dan membuktikan pandangan benar mereka. Pada proses demikian, pengetahuan benar akan timbul, dan diikuti dengan pembebasan sesungguhnya.
         Demikian tadi resep untuk mendapatka suatu kebahagiaan dalam diri kita. Sekarang tergantung pada diri kita jika kita sudah mengetahui resep itu dan sudah mengetahui cara menjalankannya . tinggal pelaksanaannya . kalo itu sudah kita laksanakan maka kebahagiaan  aka nada dalam diri kita . selamat mencoba semoga sukses dan bias bermanfaat bagia anda dan juga saya. Semoga selalu dalam jalan dhamma.

“HAPPY MOMENT, HAPPY IN DHAMMA”




















 

 

                                                                                                                        

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar